Minggu, 27 Mei 2012

Antibiotika

Antibiotika adalah Suatu metabolit yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang dapat menghambat atau membunuh mikroorganisme lain

Golongan antibiotika
1. Gol beta-laktam (penisilin, sefalosporin, karbapenem)
Sefalosporin ; termasuk golongan antibiotika betalaktam, aktif terhadap bakteri gram positif maupun gram negatif tetapi spektrum masing-masing derivat bervariasi. Hingga tahun 2006 golongan Sefalosporin sudah menjadi 4 generasi;


 2. Gol Aminoglikosida (Streptomisin)
 senyawa yang terdiri dari dua atau lebih gugus gula amoni yang terikat lewat ikatan glikosodik pada inti heksosa. terutama di tunjukan untuk bakteri gram negatif aerob (kecuali streptomisin)
Contoh antibiotika gol aminoglikosida:
  1. Strpetomisin : Streptomyces griseus
  2. Neomisin : Streptomyses fradiae
  3. Kanamisin   : Streptomyces kanamyceticus
  4. Tobramisin  : Streptomyces tenebrarius
  5. Gentamisin : Micromomospora purpures
  6.  Amikasin : Asilasi kanamisin A
3. Gol  amfenikol (kloramfenikol) 
Kloramfenikol bekerja dengan jalan menghambat sintesis protein kuman.

4. Makrolida
Golongan Makrolida menghambat sintesis protein kuman dengan jalan berikatan secara reversibel dengan Ribosom subunit 50S, dan bersifat bakteriostatik atau bakterisid tergantung dari jenis kuman dan kadar obat Makrolida
 
Golongan makrolida :
  1.  Eritromisin dihasilkan oleh suatu strain Streptomyces erythreus
  2. Spiramisin adalah antibiotika golongan Makrolida yang dihasilkan oleh Streptomyces ambofaciens
  3. Roksitromisin
  4. Klaritomisin
  5. Azitromisin

 5. Kuinolon
Kuinolon, asam Nalidiksat adalah prototip antibiotika golongan Kuinolon lama yang dipasarkan sekitar tahun 1960. Penggunaan obat Kuinolon lama ini terbatas sebagai antiseptik saluran kemih saja.
  1. Pada awal tahun 1980, diperkenalkan golongan Kuinolon (Fluorokuinolon). struktur baru ini dapat meningkatkan daya antibakterinya, memperlebar spektrum antibakteri, memperbaiki penyerapannya di saluran cerna, serta memperpanjang masa kerja obat.
  2. Contoh gol : Siprofloksasin, Ofloksasin, Moksifloksasin, Levofloksasin, Pefloksasin, Norfloksasin, Sparfloksasin, Lornefloksasin, Flerofloksasin dan Gatifloksasin
6. Tetrasiklin
antibiotika golongan tetrasiklin yang pertama ditemukan adalah Klortetrasiklin yang dihasilkan oleh Streptomyces aureofaciens. Kemudian ditemukan Oksitetrasiklin dari Streptomyces rimosus. Tetrasiklin sendiri dibuat secara semisintetik dari Klortetrasiklin, tetapi juga dapat diperoleh dari spesies Streptomyces lain
 
7. Sulfonamid
Golongan ini bekerja dengan menghambat pembentukan asam folat pada bakteri. Contoh gol : sulfadimidine, sulfadiazine, sulfamethoksazol

Mekanisme kerja antibiotika



  1. Menghambat sintesis dinding sel
          obat berikatan dengan reseptor pada dinding sel bakteri yang disebut PBP (Penicillin binding proteins) menimbulkan hambatan pembentukan dindng sel pada proses transpeptidase. Selanjutnya terjadi aktivasi dari enzim otolitik dalam dinding sel ---> sel lisis.
Contoh : Gol ß-Laktam (penisilin, sefalosporin dan karbapenem), Gol non- ß-Laktam (vankomisin, basitrasin).

  1. Merusak membran sel
          Membran sel berfungsi sbagai barier permeabilitas selektif dan proses transport aktif. Rusaknya membran sel dapat menyebabkan metabolit penting dalam sel lolos keluar sel sehingga sel mati.
Contoh : Polimiksin-B dan amfoterisin-B.

 
  1. Menghambat sintesis protein   
  • unit ribosom 50S--> menghambat perpanjangan rantai polipeptida (kloramfenikol, linkomisisn), mencegah perjalanan ribosom disepanjang mRNA (eritromisin)
  • unit ribosom 30S --> merubah bentuk ribosom sehingga bentuk kodon juga berubah (streptomisin), mengganggu perlekatan tRNA pada komplek mRNA ribosom (tetrasiklin)

  1. Menghambat sintesis asam nukleat
  • Menghambat sintesis mRNA pada proses transkripsi dengan cara mengikat kuat enzim DNA-dependent RNA polymerase (rifampisin)
  • Menghambat replikasi DNA pada proses pembelahan sel dengan cara mengganggu enzim DNA-gyrase yg berperan pada proses replikasi DNA (gol.kuinolon: siprofloksasin, ofloksasin, norfloksasin)

  1.  Antagonis metabolit menghambat secara kompetitif terhadap sintesis metabolit esensial.
  • Mengganggu enzim dihydrofolic synthetase sehingga menghambat sintesis as folat (sulfonamid)
  • Menghambat enzim dihydrofolic acid reductase (trimetoprim dan primetamin)

 Mekanisme terjadinya resistensi
 
  1. Mikroba memproduksi enzim yang merusak obat
  • Stafilokokus memproduksi enzim beta-laktamase yg memecah cincin beta-laktam dari obat penisilin
  • Bakteri Gram negatif dapat menghasilkan enzim adenilase, asetilase, fosforilase yg merusak obat aminoglikosida
  • Bakteri Gram - menghasilkan enzim asetiltransferase yang merusak kloramfenikol

 
  1. Mikroba mengubah permeabilitas membran selnya
  • Streptokokus memiliki barier permeabilitas alami terhadap gol aminoglikosida
  • Resistensi terhadap amikasin dan aminoglikosida lain karena perubahan membran luar bakteri yg menghalangi transpor aktif obat
 
   3. Mikroba  merubah struktur target terhadap obat

  • Resistensi terhadap aminoglikosida dan eritromisin oleh karena terjadi perubahan pada struktur ribosoma.
  • Diplococcus pneumoniae resisten terhadap penisilin dan sefalosporin karena perubahan/hilangya PBP. 

4.  Mikroba mengembangkan jalan metabolisme baru
  • Bakteri yang resisten terhadap sulfonamid mampu mengambil asam folat dari luar selnya.

5.  Mikroba memperbesar produksi bahan metabolitnya
  • Bakteri yang resisten terhadap sulfonamid mampu menghasilkan PABA dalam jumlah besar.

 Hal yg menginduksi terjadinya resistensi terhadap obat
  • Overuse atau misuse antimikrobia
  • Penggunaan bebas ab oleh masyrakat u penggunaan common cold
  • Penggunaan ab pada penderita imunsupresi u mencegah infeksi
  • Kegagalan penderita untk menyelesaikan pengobatan dengan ab
  • Penggunaan yg lama dengan dosis rendah pada pengobatan acne
  • Penggunaan ab pada bidang peternakan
  • Perpindahan bakteri yang resisten kedalam area yang baru.

Hormon Cinta

Tahukah kamu ternyata hormon dalam tubuh kita memiliki peran yang besar saat kita merasa galau. Contoh saja galau saat “falling in love” pertama merasakan tertarik dengan lawan jenis, kedua deg-deg’an, salah tingkah saat bertemu, ketiga wajahnya selalu terbayang-banyang, keempat bisa senyum-senyum sendiri dst, bener kann,..hehee..itu adalah proses alamiah tubuh terhadap respon hormon yang sedang bekerja.
 Antropolog biologi dari Rutgers University, Helen Fisher, menyatakan bahwa ada 3 tahap dalam cinta, yang disebutnya : lust, attraction, dan attachment, yang masing-masing tahap itu diatur oleh hormon dan atau senyawa kimia yang berbeda.


Tahap 1 : Lust (hasrat, keinginan, desire)
Tahap ini diawali dengan ketertarikan atau gairah terhadap lawan jenis, yang dipengaruhi oleh hormon sex yaitu Testosteron dan Estrogen, pada pria dan wanita. Ini dimulai dari masa pubertas, di mana seseorang mulai tertarik dengan lawan jenisnya. Kecuali “Maho” dan “Males” yaa hehee..(kelainan hormon)

Tahap 2 : Attraction
Tahap ini merupakan tahap yang “amazing” ketika seseorang benar-benar sedang jatuh cinta dan tidak bisa berpikir yang lain. Menurut Fisher, setidaknya ada 3 neurotransmiter yang terlibat dalam proses ini, yaitu adrenalin, serotonin, dan dopamin.

Adrenalin
Tahap awal ketika “Falling in love” akan mengaktifkan semacam “fight or flight response”, yang akan meningkatkan pelepasan Adrenalin dari ujung saraf. Adrenalin akan bertemu dengan reseptornya di persarafan simpatik, dan menghasilkan berbagai efek seperti percepatan denyut jantung (takikardi), aktivasi kelenjar keringat, menghambat salivasi. Inilah tersangkanya yang menyebabkan jantung berdebar-debar, berkeringat dingin, mulut terasa kering bahkan sampai Salting a.k.a salah tingkah saat bertemu secara sengaja atau tidak dengan si “Dia”. Iya, nggak...? :D

Dopamin
Pada penelitian tersebut ditemukan tingginya kadar dopamin pada otak orang yang baru “jadian”. Dopamin adalah suatu senyawa di otak yang berperan dalam sistem “keinginan dan kesenangan” efeknya hampir serupa dengan seorang yang menggunakan kokain Kadar dopamin yang tinggi di otak menyebabkan energi yang meluap-luap, berkurangnya kebutuhan tidur karena energi yang meluap atau kurang makan, dan perhatian yang terfokus serta perasaan senang yang indah (exquisite delight) terhadap berbagai hal kecil pada hubungan cinta mereka…. Dopamin juga merupakan neurotransmiter yang menyebabkan adiksi (ketagihan) termasuk adiksi dalam cinta. Seperti  orang yang mengalami addiksi cocain atau ecstassy (obat yang menyebabkan penghambatan re-uptake dopamin) Secara neurobiologi keadaannya sama… yaitu level dopamin yang tinggi di otak

Singkat ceritanya niih...saat “falling in love” Dopamin menyebabkan
  1. Energi meluap-luap = orang yang lagi jatuh cinta itu pasti tidak akan merasa lelah kalaupun harus berjalan berkilo-kilometer kalau itu dijalani bersama yang lagi dicintai, iyaa kan.. hehee..
  2. Jadi nggak lapar dan susah tidur = asal bareng dia seharian, lapar pun tidak berasa hehee..*yang punya maag hati-hati kambuh
  3. Perhatian yang terfokus = jadi super perhatian sama di Dia
  4. Perasaan senang yang indah = jadi senyum-senyum sendiri *ati-ati dikira orang gila Bos !!,..hehee..
Serotonin
Ketika jatuh cinta, kadar serotonin otak menurun. Serotonin merupakan neurotransmiter yang terlibat dalam obsesi. Turunnya level serotonin inilah yang menyebabkan mengapa ketika kita jatuh cinta, wajah si dia selalu terbayang-bayang terus di kepala…. terobsesi terhadap si dia. Keadaan ini mirip dengan keadaan orang dengan gangguan Obsessive Compulsive Disorder (sedikit mendekati Gila) Ada obsesi atau keinginan terhadap sesuatu dan ada dorongan (kompulsi)  untuk berulang-ulang melakukan sesuatu  untuk mencapai keinginan (obsesi)-nya. Misalnya terobsesi untuk mendengar suara si dia telpon berjam-jam kalau pulsa belum habis belum selesai hehee,..ada lagi nih ngeliatin Fotonya terus bahkan sampai mau tidur hahaa...bener kaan..?

Tahap 3 : Attachment
Tahap ini adalah tahap ikatan yang membuat suatu pasangan bertahan untuk jangka waktu yang lama, dan bahkan untuk menikah dan punya anak. Para ilmuwan menduga bahwa ada 2 hormon utama yang lain yang terlibat dalam perasaan saling mengikat ini, yaitu oksitosin dan vasopresin.

Oxytocin – The cuddle hormone (hormon untuk menyayangi)
Oksitosin adalah salah satu hormone yang dilepaskan oleh pria maupun wanita ketika mereka berhubungan seksual, yang membuat mereka menjadi lebih dekat satu sama lain. Oksitosin juga merupakan hormone yang dilepaskan oleh sang ibu ketika proses melahirkan dan merupakan hormon pengikat kasih sayang ibu dengan anaknya. "Hormon ini menciptakan perasaan tenang dan kedekatan," kata Carol Rinkleib Ellison, seorang psikolog di Loomis, California dan mantan asisten profesor di University of California, San Francisco. Menurut saya hormon ini mempengaruhi tingkat “falling in love” tertinggi karena mengartikan rasa menyayangi seperti hubungan rasa sayang antara ibu dan anak.

Vasopressin
Sedangkan vasopressin adalah hormone penting lainnya yang menjaga komitmen hubungan suatu pasangan. Hubungan yang berjalan cukup lama biasanya menimbulkan ikatan saling membutuhkan, menjaga, menyayangi satu sama lain dan memiliki rasa setia kepada pasangan. Artinya hormon Vasopressin kalian berdua bekerja aktif. Hormon Vasopressin lah yang selama ini mendorong kamu dan dia untuk terus menjalin hubungan dan menimbulkan rasa setia satu sama lain
Jadi kalau ada orang yang Galau karena cinta hormon-hormon inilah tersangka utamanya. Perasaan jatuh cinta itu bisa sangat mempengaruhi mood seseorang…Kalau perasaan sedang sehati dengan dia, hidup terasa indah berbunga-bunga tiada duanya Tapi kalau sedang bertepuk sebelah tangan, Dunia serasa bertaburan bunga bangkai hahaa.. 
keep moving guy’s... life is not only about him or her, it’s about your future not your past.




Rabu, 11 April 2012

Program Masuk Syurga

1. Memelihara waktu sholat, tidak hanya menegakan sholat tapi memelihara waktu sholat
2. Menghadiri sholat berjamaah, satu sujud bersama imam lebih baik dari setahun beribadah, takbir bersama imam lebih baik dari segala alam dan isi nya
3. Selalu beristifar, obat dari segala nya
4. Menyambung silaturahmi, memakmurkan rumah, menambah usia, membersihkan amalan, melipat gandakan kekayaan
5. Tidak membuka aib orang beriman, orang yang menyebarkan aib orang beriman maka Alloh akan menyebarkan aib kalian walapun kalian di dalam rumah
6. Bergaul baik antra suami istri, yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik di keluarga. Menuntut suami melakukan hal di luar kemampuan nya maka tidak akan di terima seluruh amal baik nya
7. Jangan pernah mempergunjingkan, mendengar orang bergunjing maka stop lah kalau tidak maka kalian akan berkhianat dengan Alloh & Rosul
8. Gunakan waktu seefisiin mungkin
9. Sholat malam, Alloh akan menantap wajah nya dengan cahaya
10. Akhlak terpuji,
12. Memelihra pandangan dari apa yang di larang Alloh
13. Memakai jilbab dengan sempurna, tidak menampakan sehelai rambut pun ke pada orang yang bukan muhrim nya, resiko nya perempuan yang di gantung dengan rambut karna, perempuan yang makan daging diri sendri karna berhias bukan untuk suami nya
14. Banyak membaca Alquran, penerang di kubur
15. Terus berdoa, kalau permintaan langsung di kabulkan maka kalian akan berhenti berdoa

Bakteri


Bakteri berkembang biak dengan binarry fission ( membelah diri ). waktu yang di perlukan bakteri untuk membelah ( duobling time atau generating time ) biasa nya1 - 3 jam tetapi pada E. Coli 20 menit dan MTBC 15 jam

fase pertumbuhan bakteri
1. fase plug ; di mana suatu lingkungan telah di rasa cocok oleh suatu bakteri untuk berkembang
2. fase eksponensial ; di mana bakteri mulai melakukan binarry fission
3. fase stasioner ; di mana metabolisme baktri membuat nutrien semakin terbatas dan terjadi persaingan bakteri sehingga kematian sama dengan pembelahan. jumlah konstan
4. fase kematian ; di mana seluruh nutrisi habis, biasa nya setelah 50 jam

faktor pertumbuhan bakteri
1. faktor fisik
a. ph ; biasa nya bakteri tumbuh pada ph 6.5 - 7.5 tetapi ada spesies yang 4 - 9 ex ; staphylacoccus aureus
b. suhu ; 0 - 20 ( psikrofil ) biasa nya gol. mikroba laut. 25 - 40 ( mesofil ). 50 - 60 ( themovil )
c. tekanan osmose ; tekanan di dalam sitoplasma isotonis
d. oksigen
e. radiasi

2. nutrien uptake ( kemampuan memindah kan ke dalam sitoplasma )
a. secara pasif ; melalui difusi tetapi hanya senyawa yang berat molekul kecil
b. secara aktif ; dengan bantuan carrier

3. faktor kimiawi
a. carbon ;
- kemoheterotrof ( sumber carbon dari karbo, lipid, protein )
- kemototrof ( sebagian dari CO2 )
- fototrof ( dari CO2 semua )
b.nitrogen, sulfur, fosfor ;
c. growth factor ; purine, piridine, vitamin, asam amino
d. senyawa logam ; Fe, Cu, Zn

media pertumbuhan bakteri secara garis besar
1. buatan
2. hidup

berdasarkan media nya
1. solid
2. semisolid
3. cair

berdasarkan kimiawi
1. sintetik
2. non sintetik

contoh media
1. media blood agar
2. media nutrien agar
3 media sss

bakteri memiliki luas penampang 0.7 - 1.5 mikrometer dan memiliki panjang 1 - 6 mikrometer, memiliki struktur dasar dan struktur tambahan.

Struktur dasar
1. dinding sel
2. inti sel
3. mesosom
4. membran sitoplasma

Struktur tambahan
1. kapsul
2. fili
3. spora
4. flagela

bentuk - bentuk bakteri
1. coccus ; berbentuk bulat
2. streptococcus ; berbentuk bulat memanjang
3.  vibrion ; berbentuk melengkung
4. flagela ; berbentuk kapsul memiliki seperti bulu
5. diplococcus ; kapsul di dalam nya terdapat dua coccus
6. stafilococcus ; coccus bergerombol
7. kapsulsuz bakterial ; kapsul berantai
8. basillus ; kapsul tidak berantai atau memanjang
9. kapsullu bakterial ; kapsul di dalam kapsul berantai
10. spirulum ; lonjong panjang dan di ujung terdapat seperti bulu

bakteri memiliki gram positif dan gram negatif
gram positif ; lebih banyak mengandung protei sebagai phatogen nya
gram negatif ; lebih banyak unsur lipid dari protein nya

teknik pewarnaan bakteri
1. di sinari violet
2. di lakukan iodine treatment ( jika gram positif maka protein nya akan terkoagulasi )
3. decolorization ( etanol 70% ) di cuci 30 detik
4. bakteri gram positif berwarna ungu dan negatif berwarna merah

sterilisasi ; proses destruksi terhadap seluruh kehidupan mikroorganisme termasuk endospora nya.
disinfeksi ; preses destruksi terhadap mikroorganisme vegetatif di benda mati.
antiseptis ; preses destruksi terhadap mikroorganisme vegetatif di benda hidup.
degerming ; proses pengendalian bakteri dengan mematikan nya.
sanitasi ; proses penurunan jumlah mikroba sehingga aman.
aseptis ; bebas dari kontaminan

faktor kematina mikroba
1. jenis mikroba
2. jumlah mikroba
3. lingkungan mikroba
4. bentuk kehidupan mikroba

metode pengendalian mikroba
1. metode fisis
- pembasahan ; pasteurisasi, autoclave
- pengeringan ; pemijaran, dengan uap
- filtrasi ; dengan diamter 0.22 - 0.45 mikrometer, bagus nya 0.01
- pengdinginan
- radiasi ; merusak dimer piridine

2. metode kimiawi
- dengan disinfektan, antiseptic

mekanisme pengendalian mikroba
1. dinding sel ; menghambat pembentukan dinding sel pada rantai transpeptidase
2. protein yang di denaturasi dengan alcohol atau pemanasan
3. menghambat asam nukleat ex ; pemanasan dan radiasi
4. antaginisme khemis ex ; CO, HCN

tingkat resistensi
1. endospora
2. myobacterium
3. cys protozoa
4. vegetatif protozoa
5. gram negatif
6. fungi
7. virus tanpa envelopes
8. bakteri gram positif
9. virus with envelope

continue antibiotika . . .
 
;