Jumat, 03 Mei 2013
Inilah aku
nanti, suatu saat nanti
mata kamu akan melihat "kekuranganku"
nanti, suatu saat nanti
telinga mu pasti akan mendengar "keburukanku"
dan suatu saat nanti
pasti hatimu akan tersakiti oleh "sikapku"
"ITULAH AKU"
aku bukan manusia sempurna
maka dari itu aku butuh kamu
tegur aku bila aku salah
nasehati aku bila aku keliru
isi kekuranganku dengan segala kelebihanmu
jadi, jangan pernah bosan untuk mengenal "AKU"
mata kamu akan melihat "kekuranganku"
nanti, suatu saat nanti
telinga mu pasti akan mendengar "keburukanku"
dan suatu saat nanti
pasti hatimu akan tersakiti oleh "sikapku"
"ITULAH AKU"
aku bukan manusia sempurna
maka dari itu aku butuh kamu
tegur aku bila aku salah
nasehati aku bila aku keliru
isi kekuranganku dengan segala kelebihanmu
jadi, jangan pernah bosan untuk mengenal "AKU"
Selasa, 23 April 2013
Reaksi - Reaksi Kimia yang Menakjubkan
Reaksi kimia adalah suatu proses alam yang selalu menghasilkan
antarubahan senyawa kimia. Senyawa ataupun senyawa-senyawa awal yang terlibat
dalam reaksi disebut sebagai reaktan. Reaksi kimia biasanya dikarakterisasikan
dengan perubahan kimiawi, dan akan menghasilkan satu atau lebih produk yang
biasanya memiliki ciri-ciri yang berbeda dari reaktan. Secara klasik, reaksi
kimia melibatkan perubahan yang melibatkan pergerakan elektron dalam
pembentukan dan pemutusan ikatan kimia.
Ini
merupakan reaksi kimia paling menakjubkan di dunia yang merupakan bagian
terindah yang dapat dihasilkan secara kimia. Kadang Kita kagum pada bagaimana
dua senyawa dapat membuat senyawa baru atau dapat bereaksi dan membentuk unsur
kimia baru.
1. Reaksi Sodium / Natrium (Na) dengan air (H2O)
Natrium
adalah elemen yang sangat reaktif dan mudah meledak. Ketika dicampur
dengan air, akan segera menyebabkan ledakan. Dalam video di bawah ini Na
bereaksi dengan air dalam memproduksi gas Cl cahaya kuning dan panas
tinggi.
2. Reaksi antara Magnesium (Mg) dengan Dry Ice
Magnesium
sangat mudah terbakar dan apinya akan menyala sangat terang. Dalam
video ini anda akan melihat Magnesium terbakar di Dry Ice (CO2 beku).
3. Reaksi antara Kalium Klorat (KClO3) dengan Gummy Bear
Kalium
Klorat biasanya digunakan untuk desinfektan dan kembang api. Ketika
Kalium Klorat direbus, apa pun yang ditambahkan ke dalamnya akan
meledak.
4. Meissner Effect
Ketika sebuah superkonduktor didinginkan di bawah temperatur transisi, maka karakter menjadi diamagnetik.
5. Kejenuhan Sodium Asetat
Natrium Asetat akan jadi jenuh ketika didinginkan atau dipanaskan. Jika ada kontak dengan objek lain kristalisasi akan terjadi.
6. Superabsorben Polymer
Suatu polimer dapat menyerap air sangat cepat dan banyak. Juga disebut Hydrogel.
7. Hexaflouride, belerang yang dapat membuat benda melayang
Gas
Hexaflourode adalah tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak beracun.
Selain dapat membuat sesuatu mengambang, menghirup gas ini akan
menyebabkan suara Anda menjadi sangat rendah.
8. Superfluid Helium
Ketika
helium didinginkan pada -271 derajat Celsius, helium akan berubah
menjadi Helium II, Ini disebut superfluida. Fluida sangat encer, bahkan
dapat mengalir melawan gravitasi bumi.
9. Reaksi Thermite dengan Nitrogen Cair
Dalam video ini kita akan melihat bagaimana Reaksi Thermite peledak dapat ditekan / didinginkan oleh Nitrogen Cair.
10. Briggs-Rauscher Reaction (Reaksi Osilasi)
Reaksi
ini juga disebut Reaksi Osilasi. Cairan yang tidak memiliki warna
berubah warna ke warna kekuningan, dan kemudian tiba-tiba berubah
menjadi biru gelap, kemudian diubah lagi menjadi tidak berwarna. Proses
ini berulang sampai sekitar 10 kali, kemudian berakhir menjadi biru tua
dengan bau yodium yang kuat.
Minggu, 17 Maret 2013
Reaksi Fisi & Reaksi Fusi Nuklir
Dalam fisika, fusi nuklir (reaksi termonuklir)
adalah sebuah proses saat dua inti atom bergabung, membentuk inti atom
yang lebih besar dan melepaskan energi. Fusi nuklir adalah sumber energi
yang menyebabkan bintang bersinar, dan Bom Hidrogen meledak. Senjata
nuklir adalah senjata yang menggunakan prinsip reaksi fisi nuklir dan
fusi nuklir.
Proses ini membutuhkan energi yang besar untuk menggabungkan inti
nuklir, bahkan elemen yang paling ringan, hidrogen. Tetapi fusi inti
atom yang ringan, yang membentuk inti atom yang lebih berat dan neutron
bebas, akan menghasilkan energi yang lebih besar lagi dari energi yang
dibutuhkan untuk menggabungkan mereka — sebuah reaksi eksotermik yang
dapat menciptakan reaksi yang terjadi sendirinya.
Dikenal
dua reaksi nuklir, yaitu reaksi fusi dan reaksi fisi. Reaksi fusi
adalah reaksi peleburan dua atau lebih inti atom menjadi atom baru dan
menghasilkan energi, juga dikenal sebagai reaksi yang bersih. Reaksi
fisi adalah reaksi pembelahan inti atom akibat tubrukan inti atom
lainnya, dan menghasilkan energi dan atom baru yang bermassa lebih
kecil, serta radiasi elektromagnetik. Reaksi fusi juga menghasilkan
radiasi sinar alfa, beta dan gamma yang sangat berbahaya bagi manusia. Contoh
reaksi fusi nuklir adalah reaksi yang terjadi di hampir semua inti
bintang di alam semesta. Senjata bom hidrogen juga memanfaatkan prinsip
reaksi fusi tak terkendali. Contoh reaksi fisi adalah ledakan senjata
nuklir dan pembangkit listrik tenaga nuklir.
Unsur
yang sering digunakan dalam reaksi fisi nuklir adalah Plutonium dan
Uranium (terutama Plutonium-239, Uranium-235), sedangkan dalam reaksi
fusi nuklir adalah Lithium dan Hidrogen (terutama Lithium-6, Deuterium,
Tritium).
Reaksi Fisi
Sesaat
sebelum perang dunia kedua beberapa kelompok ilmuwan mempelajari hasil
reaksi yang diperoleh jika uranium ditembak dengan neutron. Otto
Hahn dan Strassman, berhasil mengisolasi suatu senyawa unsure golongan
IIA, yang diperoleh dari penembakan uranium dengan neutron. Mereka menemukan jika uranium ditembak dengan neutron akan menghasilkan beberapa unsure menengah yang bersifat radioaktif. Reaksi ini disebut reaksi fisi atau reaksi pembelahan inti.
Dari reaksi pembelahan inti dapat dilihat bahwa setiap pembelahan inti oleh satu netron menghasilkan dua sampai empat netron. Setelah
satu atom uranium-235 mengalami pembelahan, netron hasil pembelahan
dapat digunakan untuk pembelahan atom uranium-235 yang lain dan
seterusnya sehingga dapat menghasilkan reaksi rantai. Hal ini terjadi dalam bom atom. Agar
pembelahan inti dapat menghasilkan reaksi rantai, bahan pembelahan ini
harus cukup besar sehingga neutron yang dihasilkan dapat tertahan dalam
cuplikan itu. Jika cuplikan terlampau kecil, netron akan keluar sehingga tidak terjadi reaksi rantai.
Pembelahan inti selalu menghasilkan energy kira-kira 200 MeV pada setiap pembelahan inti. Energy
yang dihasilkan pada pembelahan 235 gr uranium-235 ekivalen dengan
energy yang dihasilkan pada pembakaran 500 ton batubara.
Pembelahan
inti seperti inilah yang menyebabkan bencana di Hiroshima dan Nagasaki,
dan merenggut nyawa puluhan ribu orang. Sejak momen pertama bom atom
dijatuhkan di Hiroshima oleh Amerika Serikat dalam Perang Dunia II,
tahun 1945, dan setelahnya, diperkirakan 100.000 orang mati. Satu bom
lagi yang dijatuhkan Amerika di Nagasaki tiga hari setelah bencana di
Hiroshima menyebabkan kematian 40.000 orang tepat pada saat peledakan.
Kekuatan yang dilepaskan inti di samping menyebabkan kematian banyak
orang, juga menghancurkan area pemukiman yang luas, dan radiasinya
menimbulkan banyak penyimpangan genetik yang tidak bisa diperbaiki dan
masalah psikologis di pemukiman yang tersisa, yang kelak akan
mempengaruhi generasi berikutnya.
Reaksi Fusi
Fusi nuklir (reaksi termonuklir) adalah sebuah proses di mana dua inti atom bergabung, membentuk inti atom yang lebih besar dan melepaskan energi. Fusi kebalikan dari fisi, adalah
penyatuan dua inti ringan menjadi inti yang lebih berat dan menggunakan
energi pengikat yang dilepaskan. Namun, untuk mencapai hal ini secara
terkendali sangat tidak mudah. Ini karena inti bermuatan listrik positif
dan bertolakan satu sama lain dengan kuat jika dipaksa bersatu. Karena
itu, sebuah gaya yang cukup kuat diperlukan untuk mengatasi gaya
repulsif di antara mereka agar fusi terjadi. Energi kinetik yang dibutuhkan ini setara dengan temperatur sekitar 20-30 juta 0C. Temperatur
ini luar biasa tinggi sehingga tidak ada satu pun benda padat untuk
menampung partikel-partikel yang akan terlibat dalam reaksi fusi ini
tahan terhadapnya. Jadi, tidak ada satu mekanisme pun di dunia yang dapat merealisasikan fusi kecuali panas dari bom atom.
Proses
ini membutuhkan energi yang besar untuk menggabungkan inti nuklir,
bahkan elemen yang paling ringan, hidrogen. Tetapi fusi inti atom yang
ringan, yang membentuk inti atom yang lebih berat dan neutron bebas,
akan menghasilkan energi yang lebih besar lagi dari energi yang
dibutuhkan untuk menggabungkan mereka -- sebuah reaksi eksotermik yang
dapat menciptakan reaksi yang terjadi sendirinya.
Reaksi
fusi terjadi di matahari sepanjang waktu. Panas dan sinar yang datang
dari matahari adalah hasil fusi antara hidrogen dan helium, dan energi
dilepaskan sebagai ganti materi yang hilang selama perubahan ini. Setiap
detik, matahari mengubah 564 juta ton hidrogen menjadi 560 juta ton
helium. 4 juta ton sisa materi diubah menjadi energi. Kejadian luar
biasa ini menghasilkan tenaga matahari yang sangat vital bagi kehidupan
di planet kita, dan telah berjalan selama jutaan tahun tanpa jeda. Dalam
benak kita mungkin akan timbul pertanyaan seperti ini: Jika setiap
detik matahari kehilangan materinya sebanyak 4 juta ton, kapan matahari
akan habis?
Energi yang dilepas di banyak reaksi nuklir lebih besar dari reaksi kimia, karena energi pengikat yang mengelem kedua inti atom jauh lebih besar dari energi yang menahan elektron ke inti atom. Contoh, energi ionisasi yang diperoleh dari penambahan elektron ke hidrogen adalah 13.6 elektronvolt -- lebih kecil satu per sejuta dari 17 MeV yang dilepas oleh reaksi D-T seperti gambar di bawah.
Beberapa contoh reaksi fusi nuklir yang dapat dilangsungkan di permukaan Bumi adalah sebagai berikut:
(1)D+T→4He(3.5 MeV)+n(14.1 MeV)
| |||
(2i)D+D→T(1.01 MeV)+p(3.02 MeV) 50%
| |||
(2ii) →3He(0.82 MeV)+n(2.45 MeV) 50%
| |||
(3)D+3He→4He(3.6 MeV)+p(14.7 MeV)
| |||
(4)T+T→4He+2 n+ 11.3 MeV
| |||
(5)3He+3He→4He+2 p+ 12.9 MeV
| |||
(6i)3He+T→4He+p+n+ 12.1 MeV 51%
| |||
(6ii) →4He(4.8 MeV)+D(9.5 MeV) 43%
| |||
(6iii) →4He(0.5 MeV)+n(1.9 MeV)+p(11.9 MeV) 6%
| |||
(7)D+6Li→2 4He+ 22.4 MeV
| |||
(8)p+6Li→4He(1.7 MeV)+3He(2.3 MeV)
| |||
(9)3He+6Li→2 4He +p+ 16.9 MeV
| |||
(10)p+11B→3 4He+ 8.7 MeV
| |||
(11)p+7Li→2 4He+ 17.3 MeV
|
p (protium), D (deuterium), dan T (tritium) adalah sebutan untuk isotop-isotop hidrogen.
Sebagai
tambahan/ pendukung kepada reaksi fusi utama (yang diinginkan),
beberapa reaksi fusi berikut yang mana diikutsertakan/ disebabkan oleh
neutron dan deuterium adalah penting. Dimana reaksi ini menghasilkan tritium dan lebih banyak neutron, dalam bomb nuklir dan reaktor nuklir.
sumber ; http://yanesrampengan.blogspot.com/2010/12/reaksi-fisi-dan-reaksi-fusi.html
Label:
science
Lokasi:
Palembang, Indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)